Minggu, 05 Desember 2010

KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA

KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT
DI INDONESIA















 











DI SUSUN OLEH

Fauria Al Qudsy
Kelas
VIII U




MTs N 2 BANDAR LAMPUNG
2010

PENGERTIAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME

Praktik penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Barat terhadap suatu bangsa dapat dibedakan menjadi dua pengertian, yaitu kolonialisme dan imperialisme

Pengertian Kolonialisme
Kolonialisme adalah suatu usaha untuk melakukan system permukiman warga dari suatu Negara di luar wilayah Negara individunya atau Negara asalnya. Umumnya, wilayah koloni terletak di seberang lautan Negara induk yang kemudian dinyatakan sebagai daerah bagian dari Negara asal tersebut.

Pengertian imperialism
Imperialism adalah usaha memperluas wilayah kekuasaan atau jajahan untuk mendirikan imperium atau kekaisaran. Menurut sifatnya, imperialism Dapat di bedakan menjadi dua, yaitu imperialisme Kuno dan imperialisme Moderen.

Latar Belakang Kolonialisme dan Imperialisme Barat
Kolonialisme dan Imperialisme  mulai berkembang sekitar abad ke-15 yang di awali dengan adanya gejala pembaruan di Eropa di bidang ekonomi, politik, social, maupun budaya dalam bentuk gerakan Renaisans dan Humanisme yang berpikir maju.

Bidang Ilmu Pengetahuan
Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan ditandai dengan munculnya teori Heliosentris (tata surya) oleh Nicolaus Copernicus, seorang ilmu pasti dan astronomi dari polandia. Ajaran Copernicus yang muncul pada tahun 1543 menjelaskan bahwa matahari sebagai pusat dari seluruh benda-benda antariksa dan ia menyatakan pula bahwa bentuk bumi adalah bulat seperti bola.


Dibidang Teknologi
Selain di bidang ilmu pengetahuan, NicolausCopernicus juga mampu mengembangkan teknologi dengan cara membuat kompas yang dapat digunakan untuk menunjukan arah dalam pelayaran. Pada tahun 1610, muncul ilmuan baru dari italia bernama Calileo yang mendukung dan memperjelas pokok-pokok ajaran Heliosentris dari Copernicus.

Dibidang sosial ekonomi
Pada tahun 1453, Bangsa turki Usmani berhasil merebut wilayah Konstatinopel (terutama Bandar Bizantium yang biasa digunakan sebagai Bandar penghubung perdagangan anatara Asia dangan Eropa. Peristiwa itu mengakibatkan terputusnya jalur perdagangan anatara Asia dan Eropa. Kondisi sosial ekonomi para pedagang Eropa yang menurun akibat krisis lalu lintas perdagangan ini, memaksa mereka untuk mencari jalan lain dalam menemukan daerah penghasil rempah-rempah dan membelinya secara langsung dengan cara berlayar menjelajahi samudra.

Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia
Keinginan bangsa eropa untuk memperoleh kekayaan dan kesejahtraan hidup, mendorongkan untuk mendatangi negeri-negeri di Timur yang memiliki kekayaan. Agar dapat bmenguasai seluruh negeri-negeri tersebut, bangsa Eropa melakukan aksi perebutan kedaulatan dan kemerdekaan.

Bangsa Protugis dan spanyol
Sejak pertengahan abad ke-15, pelaut-pelaut portugis telah menjelajahi Pantai Afrika Barat. Adapun Spayol mulai menjelajahi samudra kea rah Timur pada abad 15 – 16

Penjelajahan Portugis yang Melayari Dunia pada Abad 15 – 16
1.    Vasco da Gama (1497 – 1498)
Pada bulan juli 1947, Vasco da Gama berlayar menuju ke Hindia Timur melalui Kepualauan Tanjung Verde, mengitari TanjungHarapan. Sebelumnya pada tahun 1498, ia mendarat di Pantai Barat India (Calicut) yang kemudian dirampasnya dengan cara mendirikan benteng-benteng keamanan.
2.    Bartholomeus Diaz (1486)
Bartholomeus Diaz belayar menuju kea rah selatan menyelusuri pantai barat Aprika sampai daerah Pantai Emas. Pada perjalanannya yang kedua, Bartholomeus Diaz berhasil mecapai Tanjung Harapan baik (cope of Good Hope)
3.    Pedro Alvares Cabral (1500)
Pedro Alvares Cabral berlayar kearah barat dan berlabuh di Amerika Selatan pada tahun 22 April 1500, dengan mengibarkan bendera Protugis dan menyatakan daerah baru itu milik protugis. Dilakukan untuk menghindari persaingan Protugis dengan spanyol.
4.    Alfonso d’Albuquerques (1505)
Pada tahun 1505, Alfonso d’Albuquerques mengacaukan jalur perdagangan Arab dan india, serta mnduduki pelabuhan penting Afrika Timur dan Teluk Persia, Alfonso d’Albuquerques juga berhasil menaklukan pelabuhan Goa di Asia Tenggara.
5.    Franciscus Xaverius (1550)
Franciscus Xaverius adalah seorang Pendeta yang ikut penjelajahan Samudra untuk menyebarkan agama nasrani. Franciscus Xaverius pernah berada di Maluku selama satu tahun, yaitu antara  bulan juni 1546 sampai bulan april 1957. Daerah yang dikunjungi Franciscus Xaverius antara lain india, Jepang, China.

Penjelajah Spanyol yang Melayari Dunia pada Abad 15 -16
Columbus adalah pelaut Italia yang menetap dan lama bekerja pada raja spanyol. Atas dukungan ratu Isabella (spanyol), Colombus belayar kearah barat Atlatik, karenaia sudah sering menyusuri perairan itu untuk menuju eropa Utara, Eslandia, dan Madeira.
1.       Columbus berangkat dari spanyol pada bulan Agustus 1492 dan tiba di Kepulauan Bahama (San Salvador) pada tanggal 12 Oktober 1492
2.      Pada tanggal 5 Desember 1492, Columbus mendarat di Haiti (Hispaniola) Laut Karabia, Amerika Tengah dan berhasil menemukan jalan ke Benua Amerika. Pada saat mendarat di kepulauan Bahama, Columbus mengira telah tiba di Hindia.
Magellan – del Cano
Karena  pelayarannya diawali dari pesisir barat benua Amerika, ujung Amerika Selatan, dan memasuki selat yang menghubungkan laut Atlatik dengan laut pasifik yang di kenal selat Magellan. Tahun 1521, pelayaran mengaurungi laut pasifik dilanjutkan menuju ke kepulauan Massava (Filipina), namun sesampainya di pulau Cebu, Magellan tewas saat membantu raja  Cebu melawan sku Mactan. Pelayaran tetap dilanjutkan hingga kepulauan Maluku, dan berhasil mengangkut rempah-rempah. Setelah itu, awak kapal tersebut kembali kesepanyol melalui tanjung harapan baik (cape of Good Hope)

Ferdinan Cortez
Pada tahun 1519, Ferdinan Cortez berekspedisi dan mendarat di varacruz. Setibanya di Meksico, Ferdinan Cortez  menetap berapa bula di pantai dan mengumpulkan informasi penting mengenai suku Indian Aztec yang menguasai meksiko. Selanjutnya, Ferdinan Cortez merapas kerajaan aztek di meksiko dan pusat kebudayaan suku Maya di semenanjung Yucantan, teluk Meksico.

Farancisco Pizarro
Pada tahun 1522, Pizarro menjelajahi samudra menuju Benua Amerika melalui samudra Atlatik.
Pada tahun 1532, Pizarro berhasil menaklukan Kerajaan Inca di daerah pedalaman Peru.

Bangsa Inggris
Pada abad 16, para pelaut dan warga Negara inggeris secara rombongan telah menjelajah samudra melintasi Samudra Atlantik menuju Amerika Utara dan menguasai wilayah ini sebagai daerah koloninya. Pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I, sekitar tahun 1607, telah terjadi perpindahan penduduk secara besar-besaran dari inggeris ke Amerika Utara,  terutama di daerah Virginia, yang kemudian di kuasai sebagai koloninya. Pelaut inggris yang terkenal adalah Sir Francis Drajke (1577-1580).



Bangsa Belanda
Pelaut belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Hotman, mengikuti jejak pelaut Eropa lainnya dalam menyelusuti daerah-daerah sepanjang pantai barat Afrika dan asia Selatan, serta berhasil mendarat di pelabuhan Banten pada tahun 1569. Pelaut belanda itu semula ingin berdagang dengan bangsa Indonesia, yakni ditandai dengan berdirinya persekutuan dagang VOC pada tahun 1602. Akan tetapi, dalam perkembangan berikutnya, bangsa belanda menguasai wilayah Indonesia sebagai daerah jajahannya hingga tahun 1942.

Bangsa Prancis
Pelaut perancis memulai penjelajahan samudrahdari Eropa dan kemudian melintasi Samudra Atlantik menuju Kanada, serta daerah lembah Missisippi. Daerah asing yang mereka temukan dianggapnya sebagai negeri atau tanah yang tidak bertuan dan akhirnya di kuasai sebagai daerah kloninya. Beberapa alasan penjelajahan samudra yang dilakukan oleh bangsa Eropaadalah sebagai berikut  :
1.       Mencari daerah penghasil rempah-rempah secara langsung
2.      Mencari harta kekayaan, serta mencari emasdan perak (gold)
3.      Menyebarkan agama Nasrani (gospel)
4.      Mencari keharuman nama, kejayaan, dan kekuasaan (glory)

Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia
Pelaut dari Eropa (Protugis, Spanyol, Belanda, dan Inggeris yang berdatangan ke Indonesia semula hanya ingin berdagang dan mencari rempah-rempah, serta komoditas lain yang diperjual belikan di pasaran Eropa. Akan tetapi, dalam perkembangan berikutnya bangsa-bangsa Eropa tersebut berubah menjadi keinginan menjajah dalam bentuk praktik Kolonialisme Dan Imperialisme seperti menguasai perdagangan secara tunggal (monopoli) dan merampas atau menjajah suatu negri.



Bangsa Protugis Menjajah Indonesia.

Pada tahun 1512, bangsa portugis yang dipimpin oleh Francisco Serrao mulai berlayar Kepualaun Maluku. Antonio de Brito diberi kesempatan untuk mendirikan kantor dagang dan benteng Santo Paolo di Ternate sebagai tempat perlindungan dari serangan musu.
Tetapi, setalh pihak portugis meminta monopoli perdagangan cengkih dan menetapkan harga serendah-rendahnya, rakyat Maluku mulai bersikap tidak sipati terhadap bangsa portugis yang di tandai di tolaknya hubungan dagang.

Bangsa Spanyol
Pelaut sepanyol mulai mencapai laut Maluku pada tahun 1521 setelah terlebih dahulu tiba di fhilipina. Bangsa sepanyol di manfaatkan oleh Ternate. Keadaan di kepulauan Maluku itu makin kritis, mulai dari yang bersifat persaingan dagang hingga permusuhan. Komplik social anatar Portugis dan spanyol yang semakin meruncing, apabila di biarkan berlanjut, akan merugikan mereka sendiri. Maka Pada tahun 1534, diterbitkan perjanjian Saragosa (tahun 1634) yang isinya antara lain pernyataan bahwa spanyol memperbolehkan wilayah perdagangan Fhilipina sedangkan bangsa portugis tetap berada di kepulauan Maluku.


Bangsa Belanda Menjajah Indonesia
Proses Penjajahan bangsa Belanda terhadap Indonesia. Pada saat perang dunia ke II bangsa Jepang masuk dan merebut Indonesia dari kekuasaan belanda. Penjajahan bangsa Belanda di Indonesia, diawali oleh berdirinya persekutuan dagang Hindia Timur atau Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC)

Masa VOC Vereenigde Oost Indische Compagnie
Penjajah Belanda, Cornelis de Houtman, mendarat kali pertama di Indonesia pada tahun 1596. Rombongan mendarat di Banten dengan alas an untuk berdagang. Bangsa Belanda bersikap kurang bersahabat sehingga mereka di usir dari banten.
Cornelis de Houtman beserta rombongan kemudian melanjutkan pelayarannya kea rah timur menelusuri pantai Pulau Jawa hingga tiba di Pulau Bali.
Pada tahun 1598, bangsa belanda mendarat di banten untuk kali kedua dimpinpin oleh yacob Van Neck Rombongan yang dating kali kedua ini, jumlahnya lebih banyak, dan masing-masing kelompok membentuk kongsi dagang.
Upaya inggeris untuk mengatasi persaingan dagang yang semakin kuat antara sesama pendatang dari belanda dengan mendirikan dan menyaingi persekutuan Inggeris di India dengan nama East India Company (EIC)
Pada tahun 1619, kedudukan VOC dipindahkan ke Batvia (sekarang Jakarta) dan di perintahakn Gubernur Jendral Jan Pieter Zoon Coen.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar